Sabtu, 08 Juni 2013

surat kedua

Stay in kudus, june 2013 SURAT KEDUA #THE2NDLETTER "pelangi pelangi alangkah indahmu Merah kuning hijau di langit yang biru" #Saya ambil dikit aja yah :-) Dear anda, Saya telah menunggui anda hampir di seluruh puncak usia saya, dan anda apa pernah sedetik dari hampir satu setengah kali lipat usia saya membayangkan saya? Saya menunggu anda tanpa dengan kata rindu dan saya tidak pernah bisa menyebut rasa ini dengan apa. Jika saya akan bercerita kepada anda tentang keyakinan ibu saya yang menjadi jadi apa anda akan menertawakan saya? Ibu anda jauh diatas saya dan stu merupakan tonggak permulaan kepercayaan ibu saya yang tak ada habisnya. Anda berdarah biru sedang saya hanya berdarah pilu dan samasekali itu bukan tanda plus bagi saya. Lalu apa sepanjang ini sudah ada pertanda jika kepercayaan ibu memang benar? Sungguh dsya belum pernah melihat pertanda benar dari kepercayaan ibu saya itu

Senin, 29 April 2013

surat pertama

Kudus, 30 April 2013

Assalamu'alaikum wr.wb

Hai orang yang diyakini ibu saya sebagai jodoh saya, apa kabar anda disana?
Saya yakin anda sudah cukup bahagia selama ini, dan kenapa saya harus gelisah?
Berjuta abad lalu, mungkin saja (dan semoga) Allah Telah menuliskan nama saya di kertas takdir anda, apa anda menganggapnya sebagai masalah? Jujur saja saya belum terganggu dengan sebutan "mereka" selama ini.
Disamping saya belum menemukan ada orang yang ibu yakini lebih baik dari anda, saya juga merasakan sengatan saat melihat siluet anda. Kenalpun tidak, bagaimana ini bisa terjadi?

Saya hanya bersikeras ingin mengenal anda, dan berdoa jika memang keyakinan ibu saya benar maka saya masih sanggup menjaga semuanya dengan utuh, demi ibu saya, ibu anda, dan tentunya anda sendiri.
Tiap ibu membahas persoalan biro pengenalan ini, benak saya hanya berputar-putar mengitari arah obrolan beliau, dan mencoba memaknai arti penafsiran rasa saya selama ini.
Semoga saja anda mendengar dan merasakan ini :)

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Minggu, 03 Maret 2013

SATU

Kudus, 25 Februari 2013

Baiklah, sudah, simpan saja semua.Ini bukan waktunya.
Ketika malam mengelabu, kau tetap saja tak tampak,
aku kehilangan jika kau tahu,
aku butuh satu,
yang takkan habis tiap rindu,
yang takkan kikis tiap sendu,

Baiklah, sudah waktunya semuanya kembali seperti semula
Tanpamu aku tak bisa,
tanpaku kau meraja.
Aku hanya butuh satu,
tiap malam itu satu,
dan tiap siang tetap satu.

Aku hanya ingin satu.


SATUMU.

Selasa, 05 Februari 2013

Peristiwa Februari 2013 #pra graduating

Kudus, 04-05 Februari 2013

"Kami dirawat..."
Ini hal unik, kenapa nggak? Kita berenam keracunan! Karena apa kalo bukan karena wadah makanannya :D
Aku, Liya, Dann, Inul, Einstein, plus Ivv. Ya Allah, ini lucu banget, tapi ini juga nyata banget...
Mulai dari bu Muna, guru piket, pak becak, jalanan kota Kudus, RSUD Kudus, UGD, sampe ODC room.

Thanks lotta to Ran, Memong, Popi, Munda, Mamah, mas Nora, om Affan, Mysista, mum, Mila Udin, Hikmah, and all of my dearest crony :*

Ini bakal jadi pembelajaran hebat bagi kita, big thanks to Allah.
Kita bakal lebih hati2, cuci tangan sebelum makan, dan hati2 buat memasukkan sesuatu ke mulut kita.

Barokallahu fiik :)

 Bekas selang infus
 Munda is driving
 Liya with her nose
 Pulang :D

Selasa, 03 Mei 2011

hujan

Saat kau tiba dengan jubah keanggunanmu
Aku terpana
Tak mampu berkata
Karna ku menganggapmu terlalu agung
Setiap lakumu memberikanku sebuah arti baru
Mengambang, tapi tak pernah gamang
Kau selalu berjalan pasti
Mengelilingi lingkaran kehidupanku yang terkadang tak kumengerti
Kau membiarkanku berlari
dan aku tahu jika kau tahu aku selalu berlari mengejarmu
Tapi kau tak pernah mencegahku

Karna dalam nafasku kau selalu ada
Karna dalam diriku kau telah memberikanku rasa
Rasa dari sebuah keajaiban maya

Terimakasih atas hadirmu
Karna tanpa hadirmu
Aku tak akan mengerti arti dari sesuatu

Hujan, aku slalu menantimu

Senin, 02 Mei 2011

hal pertama

Ini kali pertama saya belajar tentang arti dari sebuah makna. Hasilnya mengejutkan, terutama setelah saya menarik kembali ingatan saya yang sedikit lusuh. Memang indah, dan tak semuanya menjengkelkan *seperti apa yang saya dulu pikirkan*. Saya mencoba mengerti hal-hal kecil. Seperti bagaimana pengabdian saya yang sepatutnya untuk kedua orang tua saya, keluarga saya, teman-teman saya, negeri ini, dunia ini, terutama kepada Allah 'Azza wa Jalla.