Senin, 29 April 2013

surat pertama

Kudus, 30 April 2013

Assalamu'alaikum wr.wb

Hai orang yang diyakini ibu saya sebagai jodoh saya, apa kabar anda disana?
Saya yakin anda sudah cukup bahagia selama ini, dan kenapa saya harus gelisah?
Berjuta abad lalu, mungkin saja (dan semoga) Allah Telah menuliskan nama saya di kertas takdir anda, apa anda menganggapnya sebagai masalah? Jujur saja saya belum terganggu dengan sebutan "mereka" selama ini.
Disamping saya belum menemukan ada orang yang ibu yakini lebih baik dari anda, saya juga merasakan sengatan saat melihat siluet anda. Kenalpun tidak, bagaimana ini bisa terjadi?

Saya hanya bersikeras ingin mengenal anda, dan berdoa jika memang keyakinan ibu saya benar maka saya masih sanggup menjaga semuanya dengan utuh, demi ibu saya, ibu anda, dan tentunya anda sendiri.
Tiap ibu membahas persoalan biro pengenalan ini, benak saya hanya berputar-putar mengitari arah obrolan beliau, dan mencoba memaknai arti penafsiran rasa saya selama ini.
Semoga saja anda mendengar dan merasakan ini :)

Wassalamu'alaikum wr. wb.